Halaman

Senin, 12 November 2018

menikah ingat 2 M

Hasil gambar untuk suami istri menikah
melalui masa bersama sangat lah tidak mudah. meninggalkan masa lajang untuk berganti status. tidak semanis madu. awal sudah ku rasakan, ntah bahagia atau awal derita. aku dan dia merupakan pasangan yang memutuskan untuk bersama dengan nol rupiah tanpa pekerjaan (kerjapun gaji rata-rata 150-350). diawal gerbang setelah halal, kita enjoy menikmati status dengan segudang gundah (kita tidak serta merta bahagia seperti pasangan yang lain). kita terpenjara dengan kegundahan keluarga, menjadikan kita lupa untuk mencari kerja ataupun memikirkan masa depan. yaaah.... lagi-lagi aku ingin bilang "mapanlah dulu baru menikah, tak usah kau gunda akan usia atau cinta". menikah tidak hanya baligh ataupun siap dengan dasar cinta. justru dengan alasan cinta membuat pernikahan itu suram. aku dan dia berjalan tertatih-tatih sampai detik ini dan disini aku merasa sedih belum mampu mandiri dan membuat anak tercukupi bahkan aku hancur karna belum mampu menggantikan tulang punggung untuk orang tua. 

gaees... menikahlah setelah 2M (materi dan mental) siap. inilah kisahku "hampir setiap jam, menit, detik dan hari kami bertengkar. kadang sedih pertikaian ini harus disaksikan anak. hanya masalah makan saja menjadikan pasangan bertengkar. belum lagi kebutuhan diri sendiri, suami dan paling penting kebutuhan anak. ups... jangan lupa gaes kita setelah menikah punya keluarga baru (keluarga dari suami atau istri) dan lingkungan masyarakat juga bagian dari proses hidup kita lhoo. coba aja ketika dapat hantaran roti (pastilah nyumbang). hmmm.... gimana coba kalau tidak ada duit. bertengkar lagi. sampai kami lelah bertengkar. asal kamu tau gaess.... sampai-sampai kita tidak pernah piknik lho gaes. dan mencoba mengajarkan anak hidup sederhana. 

anakku permataku, ruh dan jiwaku... entahlah malaikat kecilku selalu mengerti keadaanku ketika aku sedih, lelah dan sakit. apalagi saat kami bertengkar, ia mampu mengerti padahal usia nya tidak ada 2 tahun. dia hanya memandang alias menonton. coba deh gaes pikir perasaanmu saat liat anakmu melihat kejadian yang gak seharusnya ia liat. dalam hati hanya mampu bilang "maafkan mama dek...".

so... jangan buru-buru nikah ya gaes, ingat 2 M (materi dan metal)


simak selanjutnya kisaku Part 2
aku jadi IBU? dan seabrek problem