Halaman

Minggu, 29 April 2012

Dibalik renungan




Suara hati mungkin tak semua orang bisa mengartikanya, orang hanya mengerti setiap gerak tubuh, mimik, dan suara lisan kita. Tapi apakah yang kita rasakan sebenarnya hanya ada pada hati itu sendiri. Tak sedikit banyak orang mau memahami bahkan meremehkan feeling kita sendiri. Sesuatu yang terlupakan yaitu bagaimana kita menjadikan diri ini sesuai kemampuan. Orang hanya memikirkan ego dan seiring perkembangan, mereka terus dan terus mendayung untuk menjadi yang lebih baik. Tak jarang orang mau mengakui kelemahanya, bahkan menutupinya dengan ketegaran yang diwarnai dengan sikap aku mampu untuk itu dan tidak ada yang mampu kecuali aku. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai maka rasa penyesalanpun akan menjadikan sebuah momok. Sungguh, janganlah memandang sesuatu yang kecil itu remeh melainkan sebuah hal yang berharga.
Cinta yang kita jadikan separuh dari semangat hidup. Tak sesuatu yang akan mematikan impian. Jika itu tidak diimbangi dengan akal yang normal. Tak usahlah kita berbelit-belit dia adalah semangat hidupku, tanpa dia dunia terasa sepi. Apa itu!! Ok. Tanpa orang terkasih kita bukanlah siapa-siapa, tetapi sebagian dari kita salah memaknai arti cinta itu. Dia bukan kesenangan tapi tujuan nanti yang kita jadikan pijakan saat kita tak mampu untuk mengerjakan hal untuk sendiri. Katakanlah pernikahan., lah..., disitu barulah cinta akan melengakapinya dengan bersama-sama mengarungi impian untuk mencapai titik yang sulit. Kita dituntut untuk menciptakan generasi yang lebih dan lebih potensial. Tidak semua orang bisa, bahkan banyak dari orang tua melupakan bagaimana mendidik karakter anak. Disini peran cinta dibutuhkan, seorang anak membutuhkan kasih sayang. Bukan dengan materi tapi kita harus selalu ada untuk mendampinginya. Jangan sekali-kali membedakan buah hati dengan  yang lain. Sebab... itu akan mematikan karakter anak. Biarkan dia bebas melakukan segala hal dalam batasan-batasan tertentu tetapi perlu diingat pengawasan selalu dibutuhkan. Butuh itulah yang sering terabaikan.

Sabtu, 14 April 2012


sudah kuberikan kepercayaan itu, tapi ternyata dan ternyata..
tidak semua orang tidak bisa untuk menghargai kepercayaan itu. selembar kertas putih ini, ku tulis tuk ukiran kisah kita.
kehidupan dan aku, seperti keastuan yang tak terlepaskan.