Halaman

Sabtu, 21 Januari 2012

belenggung

Cinta, sulit kumengerti.. mencintai atau dicintai. Rasa itulah yang buat diriku tak mengerti. Hati ini sangat perih  jika cinta itu menghampiri. Setiap aku melangkah, setiap itulah cinta datang untuk menggodaku. Dia terus memberikan harapan, kalau dengan cinta semua akan jadi indah. Oh, dunia haruskah aku bermain dan mengikutimu. Tak kuharapkan rayuanmu datang padaku dengan pintu cinta. Sandiwara terus berwarna ketika orang-orang dengan asyk bermain di kehidupan duniamu. Pernahkah kau melihat diujung sana ada sebuah belenggung karena tak bisa mengikutimu. Dimana rasamu ketika orang tak mampu mendapatkan harap yang kau janjikan. Sebuah kesakitan menjadikan orang salah dalam mengikuti jalurnmu. Seberapa kuatkah janji indahmu terus bersemayam dalam ingatku.
Sadarkanlah cinta.. aku tak mampu hidup dalam duniamu…akan kukatakan
“janjimu itu semu” tak bisa mengobati sejauh hati ini berharap akan janjimu”

heart


Suara hati mungkin tak semua orang bisa mengartikanya, orang hanya mengerti setiap gerak tubuh, mimik, dan suara lisan kita. Tapi apakah yang kita rasakan sebenarnya hanya ada pada hati itu sendiri. Tak sedikit banyak orang mau memahami bahkan meremehkan feeling kita sendiri. Sesuatu yang terlupakan yaitu bagaimana kita menjadikan diri ini sesuai kemampuan. Orang hanya memikirkan ego dan seiring perkembangan, mereka terus dan terus mendayung untuk menjadi yang lebih baik. Tak jarang orang mau mengakui kelemahanya, bahkan menutupinya dengan ketegaran yang diwarnai dengan sikap aku mampu untuk itu dan tidak ada yang mampu kecuali aku. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai maka rasa penyesalanpun akan menjadikan sebuah momok. Sungguh, janganlah memandang sesuatu yang kecil itu remeh melainkan sebuah hal yang berharga.

cerita tak bersambung


Air yang mengalir tak seperti kehidupan yang berputar.
air dengan arusnya dia tenang didalam lajunya sendangkan kehidupan harus berjuang untuk mendapat secerca cahaya hidup yang di harapkan yaitu “ KEBAHAGIAAN “ tak semudah itu meraihnya. Manusia boleh berencana tapi tuhanlah yang berkehendak.Untuk hidup manusia harus menata hati agar hidup dengan benar-benar mantap. Didalam diri manusia kita tak tau apa yang sedang ia pikirkan,apa yang sedang ia harapkan dan apa yang sedang ia rasa. Tuhan begitu bijak, apabila kita tau apa yang dirasa satu sama lain. Maka hati ini juga terasa pedih untuk meraskan. Ingat! Banyak orang tersenyum, tapi apakah kau tau diballik senyum itu? Ada duka yang mendalam tapi mereka mencoba bahagia agar orang lain di sekitarnya tidak ikut merasakan kesedihan itu.