Visi Pendidikan: Butuh Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa
"Education is not a preparation for life, education is life itself.”
Pendidikan
bukanlah persiapan untuk kehidupan, pendidikan adalah kehidupan itu
sendiri. Demikian John Dewey menegaskan pemikirannya tentang pendidikan.
Dengan demikian, umur pendidikan sama dengan keberadaan manusia di muka
bumi ini.
Untuk
menjadi manusia yang sempurna, manusia tidak boleh tidak memang harus
belajar, atau harus memperoleh pendidikan. Manusia merupakan mahluk yang
dapat diajar dan dapat mengajar. Animat educandum dan animal educancus.
Manudia mahluk pembelajar, mahluk yang dapat dididik dan dapat
mendidik.

Namun
demikian, saat ini dimana pertumbuhan ekonomi yang dijadikan panglima
dengan tidak berakar pada ekonomi rakyat dan sumber daya domestik serta
ketergantungan pada utang luar negeri sehingga melahirkan sistem
pendidikan yang tidak peka terhadap daya saing dan tidak produktif.
Pendidikan tidak mempunyai akuntabilitas sosial oleh karena masyarakat
tidak diikutsertakan di dalam manajemen sekolah. Pendidikan
diselenggarakan dengan mengingkari kebhinekaan dan mengurangi toleransi
serta semakin dipertajam dengan bentuk primordialisme. Hal
ini ditunjang dengan Visi Depdiknas yang lebih menekankan pada
pendidikan transformatif, yang menjadikan pendidikan sebagai motor
penggerak perubahan dari “masyarakat berkembang” menuju “masyarakat
maju”.
Untuk itu dibutuhkan Visi Pendidikan yang berperan seperti “Pandangan Garuda Yang Terbang Tinggi di Angkasa” dimana harus disadari bahwa pembentukan
masyarakat maju selalu diikuti oleh proses transformasi struktural. Hal
ini yang menandai suatu perubahan dari masyarakat yang potensi
kemanusiannya kurang berkembang menuju masyarakat maju dan berkembang
yang mengaktualisasikan potensi kemanusiannya secara optimal.